Filsafat pendidikan
Philo cinta, kebenaran, kebijakan
Shopia kebijaksanaan, hikmah
Filsafat adal pemikiran/ penyelidikan yang mendalam (radikal) tt sgala sesuatu shga diketahui hakekatnya
Manusia: homo sapiens(animal rasional-berfikir), homo ludens(budaya), homo symbolytikum(menggunakan simbol2 untuk kmunikasi), homo faber( bermain)
Pendidikan usaha, proses, bimbingan dewasa(fisik), cerdas (benar), matang (perilaku)
:-) usaha kepada seseorang agar dia dapat membedakan yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang indah dan yang jelek dan melakukan hal yang positif
Fils. Pend pemikiran yang mendalam tt hakikat pendidikan
pemikiran yang mendalam tt usaha agar manusia mjd dewasa, cerdas, dan matang
pemikiran yang mendalam tt usaha kepada seseorang agar dia dapat membedakan yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang indah dan yang jelek dan melakukan hal yang positif
cirri berfikir kefilsafatan
- Radikal: sampai ke akar-akarnya
- Universal: mencakup semua/umum
- Konseptual: abstrak tidak praktis
- Koheren: sesuai aturan/kaidah
- Sistematik: saling berhubungan
- Komprehensif: menyeluruh
- Bebas: tidak terikat
- Bertanggung jawabthd hasilnya
Metode: Induksi, deduksi
r. lingkup filsa. Pend.: manusia (hakikat, asal-usul, 7an, fungsi), tujuan, materi , kurikulum, metode, media, pendidik, peserta didik
manfaat belajar F.P
- Dapat menolong rencana-rencana pend. Dalam menyusun kurikulum
- Dapat membentuk landasan yang dapat menentukan pandangan dalam pemikiran pendidikan
Aliran filsafat: materialism, idealism, realism, rasionalisme, kritisme, empirisme, intuisisme
- Menjadi dasar yang baik bagi evaluasi pendidikan
- Menjadi landasan intelektual dengan pelaksanaan penddikan
- Menjadi pribadi yang corak(khas,istimewa)
Manusia
- Manusia adalah makhluk berpengetahuan, potensi: cipta(cerdas-benar salah), rasa(indah), karsa(perilaku-baik buruk)
- Manusia makhluk berbudaya
Kelebihan manusia dari makhluk lain
- Akal: animl rasional, berfikir(memecahkan masalah, melihat masalah)
- Karya/ budaya-homo ludens, kreatif(menggabungkan beberapa hal menjadi suatu yang baru
- Fisik: berdiri tegak, jempol dpat diputar, menulis, bekerja
- Berbahasa/ bicara-homo symboliticum, bahasa yang baik
- Homo faber(bermain)
- Homo religiusitas mengakui adanya tuhan (aturan boleh atau tidak boleh)
Tujuan pendidikan
- Beragama- ilmu agama
- Berfikir-logika-m.h
- Berbahasa ilmu bhsa
- Berhubungan dengan or.la- ilmu social
- Bermain- ilmu budaya
- Matang
- Terampil- ilmu teknik
Aliran filsafat pendidikan
- Essensialisme-william bagley
Tujuan pendidikan: meningkatkan nilai-nilai moral dan menyiapkan siswa menjadi warga Negara yang baik
Yang dipelajari: hormat pada orang tua, ketabahan/sabar, taat melaksanakan kewajiban, tenggang rasa pd orla, menguasai hal praktis
- Parenialisme-everlasting-tahan lama/ abadi
Tokoh: plato, aristoteles, Thomas Aquinas
Dasar filsafat: realism- manusia m.h yg rasional/animal rasional
Sekolahcerdas-berfikir nalar (mendalam,analitik,fleksibel, imaginative)
Penekanan pembelajaran-yang umum bukan yang spesifik, yang liberal bukan vaksional
Yang humanis bukan tekhnikal
4 Prinsip parenialisme
1. Kebenaran universal-tdak tergantung pada orang, waktu, ruang
Teori kebenaran:
Koheren: sesuai dengan kenyataan- sebelumnya
Koresponden: memerlukan pemikiran
Pragmatis: benar kalau ada manfaat praktis
2. Pendidikan yang baik, untuk mencari pemahaman atas kebenaran
3. Kebenaran didapatkan dari karya agung (kitab suci)
4. Pendidikan adalah kegiatan liberaluntuk mengembangkan nalar
- Progresivisme-kemajuan
Tokoh john dewey (1859-1952)
Diperhatikan : orang, sains, perubahan untuk kemajuan
7an: siswa menjadi w.n yang demokratis, berfikir bebas, cerdas, kurikulum disesuaikan (relevan) dengan minat siswa agar dapat memecahkan masalah
Cara memecahkan masalah menurut john dewey
1. Sadari problem yang ada
2. Definisikan problem
3. Membuat hipotesis pemecahan masalah
4. Uji hipotesis degnan pengalaman
5. Piulih solusi yang terbaik/ memungkinkan
Teori ini menolak skh tradisional krn:
1. Guru otoriter
2. Metode berbasis buku
3. Pembelajran pasif
4. Menggunakan hokum badan untuk disiplin siswa
- Eksistensialisme
Tokoh: kierkegoard, nietche (pembunuh tuhan),
ubermenchs, jean paul sarte
keberadaan mendahului hakikat , eksistensi mendahului esensi
manusia super unik
mengajar manusia sesuai dengan kemampuannya/ kecepatannya
guru sbgai fasilitator-hanya memotifasi dan member jalan
sekolah alam
7an pend: agar siswa mampu mengekspresikan diri menonjolkan diri
- Konstruksialisme-membangun kembali
Tokoh: ivan illich (buku : desschooling society) Paulo praire
Progresivisme dan eksistensialisme
Segala sesuatu itu relative-manusia memahami-merubah
7an pend: agar siswa dapat merubah dunia
Mengevaluasi kultur yang ada
Guru perubah kultur budaya
- Paedogogi kritis
Tokoh: henry giooux
Memberdayakan dan mendidik siswa agar dapat memcahkan masalah
Guru: critical educator
Pendapat teori ini
1. Kepedulian tinggi terhadap ketidak adilan social
2. Pendidikan keinginan pribadi ada vested interest
3. Pend. Ada ideology yang mempengaruhi
Guru:
Menganalisis segala sesuatu
Memahami kultur yang mendominasi system persekolahan
Keberanian untuk membangun pengetahuan yang baru
7an pendidikan uu no 20 th 2003 pasal 3 butir 2
Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertangggungjawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar